PEMANASAN GLOBAL ( GLOBAL WARMING)

PEMANASAN GLOBAL ( GLOBAL WARMING)
Pemanasan global berkait dengan efek rumah kaca ( green house effect) kehidupan kita yang berpijak diatas permukaan bumi dan beratapkan langit diibaratkan seperti didalam rumah kaca. Rumah kaca adalah bangunan yang biasa di buat oleh para ilmuwan ,yang kemudian juga disebarluaskan untuk kepentingan budidaya tanaman, untuk memepertahan kan suhu ruangan agar tetap nyaman bagi tumbuhan selama musim dingin (winter) di negeri subtropik. Dalam keadaan alami selama musim dingin , tanaman melakukan hilbernasi (istirahat) sehingga tidak mampu menghasilkan apapun. Dengan menumbuhkan tanaman dalam rumah kaca , suhu cukup hangat sehingga tanaman tetap melakukan aktivitas seperti biasa tanpa mengalami hilbernasi.oleh sebab itu budidaya tanaman dalam rumah kaca mampu memanen hasilnya sepanjang tahun tanpa tergantung musim ( panenan lewat musim = off season harvesting)
Mekanisme suhu yang hangat dalam rumah kaca terjadi karena cahaya mentari dapat masuk keruangan menembus atap rumah yang seluruhnya terbuat dari kaca. Cahaya yang masuk menyebakan berkumpulnya bahang (kalor) sebagai bentuk pengubahan energy radiasi cahaya matahari. Akan tetapi berbeda dengan sifat cahaya yang dapat menembus benda yang transfaran , bahang tidak dapat menembusnya .akibatnya bahang “ terjebak “ dalam ruangan dan menyebabkan suhu udara dalam ruangan meningkat . inilah mekanisme yang terjadi dalam ruangan rumah kaca.
Bagaimanakah kesamaan antara tempat hidup kita diatas bumi dengan rumah kaca. ? di lapisan atmosfir bumi terdafat berbagai lapisan gas, salah satu diantaranya adalah lapisan gas CO2. Namun secar alami, lapisan ini mengaalami dinamika (selalu berubah) , yang palng utama keberadaan CO2 di atmosfir dapat diserap oleh tumbuhan hijau dalam proses fotosintesis, sehingga lapisan ini tinggal sebagai lapisan tipis atau bahkan habis sama sekali, namun selalu akan digantikan lagi dengan yang baru, karena pernapasna semua mahluk hidup membebaskan CO2 ke udara. Lapisan CO2 inilah yang fungsinya sama dengan atap rumah kaca pada rumah kaca, yaitu dapat di tembus oleh cahaya matahari, akan tetapi ia akan memantulkan kembali bahang yang berasal dari tanah ( permukaan bumi)
Kegiatan manusia dengan melakukan pembakaran-pembakaran (menyalakan api, memasak, menoprasikan mesin motor bakar) mengakibatkan pembebasan CO2 ke udara bebas (atmosfir). Makin intensif pembakaran makin banyak CO2 yang dibebaskan dan akan menumpuk di atmosfir. Sementara itu, kegiatan manusia adalah menebangi hutan-hutan yang ada di muka bumi ini, yang kini terkenal dengan istilah pembalakan liar( illegal logging).akibatnya , hutan yang seharusnya menyerap CO2 mengalami penurunan luas dan jumlah pohon (tegakan). Maka CO2 akan mengalami penumpukan di atmosfir. Akibat selanjutnya, bahang “terjebak” di antara yang di batasi oleh muka bumi dan lapisan CO2 tadi. Suhu udar adi atas bumi akan meningkat, dan inilah yang di sebut sebagai pemanasan global. Oleh sebab itu, untuk mengatasi phenomena pemanasan global yang di sebabkan oleh pencemaran CO2 dua hal yang penting dilakukan adlah:
1. mengurangi kegiatan pembakaran
2. tetap memelihara tetumbuhan (flora) di bumi yakni yang terbeasr adalah hutan alam, dan lainnya hutan budidaya, taman kota, halaman/ pekarangan rumah.
Dampak pemanasan global adalah mencairnya salju yang ada di kutub dan di puncak gunung-gunung yang tertinggi. Karena telah berwujud sebagai air, mengalirlah ia ke sungai-sungai (gletser) dan akhirnya masuk ke lautan.volume air laut menjadi semakin besart, akibatnya permukaan air laut naik ke daratan, dan bahkan di mungkinkanpulau-pulau kecil yang rendah dapat tenggelam. Peninggian air laut dari hasil penelitian bertambah 10 cm per tahun.

About Mr Fahrinkstein

Blog Walking

Posted on 3 May 2012, in post and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Comments Off on PEMANASAN GLOBAL ( GLOBAL WARMING).

Comments are closed.

%d bloggers like this: